Marhaenisme diambil dari nama Marhaen yang merupakan sosok petani
miskin yang ditemui Sukarno. Kondisi prihatin yang dialami seorang
petani miskin itu telah menerbitkan inspirasi bagi Sukarno untuk
mengadopsi gagasan tentang kaum proletar yang khas Marxisme. Belum
diketahui dengan pasti – sebab Sukarno hanya menceritakan pertemuannya
saja – kapan pertemuan dengan petani itu belangsung. Sehingga banyak
pihak yang mempertanyakan, benarkah ada pertemuan itu? Ataukah pertemuan
itu hanya rekaan Sukarno saja? Belum ada jawaban pasti.
"Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang Presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan di atas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa." -Bung Karno-
Showing posts with label Marhaen. Show all posts
Showing posts with label Marhaen. Show all posts
Wednesday, February 15, 2012
Bung Karno & Marhaenisme
Marhaenisme diambil dari nama Marhaen yang merupakan sosok petani
miskin yang ditemui Sukarno. Kondisi prihatin yang dialami seorang
petani miskin itu telah menerbitkan inspirasi bagi Sukarno untuk
mengadopsi gagasan tentang kaum proletar yang khas Marxisme. Belum
diketahui dengan pasti – sebab Sukarno hanya menceritakan pertemuannya
saja – kapan pertemuan dengan petani itu belangsung. Sehingga banyak
pihak yang mempertanyakan, benarkah ada pertemuan itu? Ataukah pertemuan
itu hanya rekaan Sukarno saja? Belum ada jawaban pasti.
Labels:
Bung Karno,
Marhaen,
Marhaenisme,
Matahari,
Megawati,
PDI Perjuangan,
Pikiran,
PNI,
Soekarno,
Tulisan
Pidato Bung Karno 1 Juni 1945 Tentang Perumusan Dasar Negara Pancasila
Labels:
1 Juni 1945,
Bung Karno,
Ideologi,
Indonesia,
Marhaen,
Pancasila,
PDI Perjuangan,
Pidato,
PNI,
Politik,
Soekarno
Subscribe to:
Posts (Atom)